
Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt ,atas limpahan rahmat dan karunia-Nya pada hari ini kita memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus merupakan wujud kepedulian terhadap pendidikan di negara kita.
Untuk itu sejenak kita menengok ke belakang mengingat kembali perjuangan para pahlawan kita dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai, seperti tercantum dalam pembukaan UUD 1945 secara menyeluruh. Namun dalam pidato kali ini saya lebih menekankan pada pembukaan UUD 1945, alinea 4, sehingga tema tulisan ini yang saya angkat adalah “Dengan Semangat Kemerdekaan Kita Cerdaskan Kehidupan Bangsa dalam Era Globalisasi Pendidikan “
Hari ini bulan agustus merupakan momentum sejarah bagi bangsa Indonesia, bangsa kita telah berjuang untuk mencapai kemedekaan. Merdeka merupakan hak semua bangsa yang ada di dunia oleh sebab itu maka penjanjahan yang ada di atas dunia harus dihapuskan dan dikikis karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Sejenak kita menengok mengenai sejarah kebangkitan dan perjuangaan bangsa tempo dulu masih bersifat kedaerahaan. Seperti perjuangan Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanudin, Untung Suropati dan lain – lainnya, sehingga dalam mengusir penjajah yang ada di bumi pertiwi tercinta ini sering kali mengalami kegagalan. Semua ini disebabkan tidak adanya komunikasi satu dengan lainnya sehingga masing – masing berjuang sendiri – sendiri dalam usaha mempertahankan wilayah atau daerah masing – masing. Sehingga muncul inspirasi cemerlang dari cendekiawan kita dr. Wahidin Sudiro Husodo, mendirikan perhimpunan pemuda yang bernama Budi Utomo. Dalam Budi Utomo telah menggunakan perjuangan yang terorganisir dalam memperjuangkan nasib bangsa. Budi Utomo membangkitakan semangat patriotisme yang tinggi untuk perjuangan politik secara terbuka. Sejarah perjuangan kemerdekaan dapat kita rasakan dengan naluri, betapa berat penderitaan dan perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan dan pejuang bahkan nenek moyang kita dulu. Peluru dan meriam bukanlah momok tetapi sebagai penyulut semangat perjuangan.
Pada masa pendudukan Jepang tata kehidupan rakyat beserta berbagai norma tidak dihormati bahkan diinjak – injak. Tindakan itu menimbulkan perlawanan dari rakyat yang akhirnya pemberontakan mencapai puncaknya. Ratusan ribu korban yang jatuh terbunuh, ditawan dan disiksa secara kejam.
Tepat tanggal 14 Pebruari 1945 pecahlah pemberontahan yang paling menggocang Jepang, karena bukan dilakukan oleh rakyat yang tidak terlatih melainkan oleh tentara Peta ( Pembela Tanah Air ). Pemberontahan ini merupakan pemberontakan terbesar masa penjajahan Jepang.
Tanggal 1 Maret 1945 Panglima Jendral Kumakici Harada memnbentuk BPUPKI yang bertujuan mempelajari hal – hal penting mengenai masalah tata pemerintahan Indonesia merdeka. Dari kesepakatan di atas menghasilkan dasar filsafat Negara Indonesia merdeka tanggal 1 Juni 1945 dinamakan “ Pancasila “ oleh Sukarno. Rumusan tersebut juga terdapat dalam Piagam Jakarta yang telah dirumuskan oleh panitia sembilan. Kemudian dibentuklah panitia khusus yang akan merealisasi lahirnya PPKI ( Panitia Pesiapan Kemerdekaan Indonesia ). Berita tentang kekalahan Jepang 15 Agustus 1945 diketahui oleh sebagian pemimpin Indonesia terutama pemimpin pemuda, maka saat itu pemuda menghendaki agar Sukarno – Hatta segera memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia lepas dari Jepang. Pagi hari tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 tepat di jalan Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta telah dikumandangkan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke seluruh dunia.
Proklamasi Kemerdekaan merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia yang mengantarkan rakyat Indonesia ke depan gerbang kemerdekaan Indonesia menuju kehidupan yang bebas, merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur untuk mencapai suatu tujuan negera. Semua ini tidak lepas dari anugerah dan rahmat dari Yang Kuasa serta keinginan yang luhur, maka kemerdekaan Indonesia dapat kita rasakan hingga detik ini. Oleh karena itu saat ini tugas kita sebagai generasi muda, pewaris dan penerus bangsa tetap berjuang untuk mengisi kemerdekaan agar dapat terwujud masyarakat adil dan makmur, material dan spiritual dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Untuk itu generasi muda wajib mempersiapkan diri dengan bekal – bekal antara lain :
ketrampilan
- kepemimpinan
- kesehatan jasmani dan rohani
- daya kreasi.
- patriotisme dan nasionalisme
- idealisme
- kepribadian
- budi pekerti yang luhur
Di era globalisasi sekarang ini tantangan ke depan bagi generasi muda penerus bangsa beragam. Dengan bekal – bekal di atas yang kita persiapkan, dapat kita jadikan pondasi untuk memerangi dampak negatif dari perkembangan globalisasi pada umumnya dan pendidikan khususnya. Dalam globalisasi tidak lepas dari peristiwa sejarah bangsa, dapat mengilhami pemikiran generasi muda untuk membangun negara Indonesia yang kuat, maju dalam saing teknologi dan menciptakan zona perdamaian untuk dunia juga bagi bangsa sendiri.
Tugas generasi muda yang tercantum dalam dalam pembukaan UUD 1945 secara keseluruhan maupun secara khusus pada alenia ke-4, yang harus dipikirkan adalah menyiapkan suatu program yang jelas apabila kelak kita diberi tongkat estafet sebagai pemimpin bangsa di masa depan. Indonesia di masa depan menjadi seperti apa ? Yang jelas upaya konkrit dari kita sebagai generasi muda adalah berusaha untuk mengisi kemerdekaan ini dengan membangun kehidupan berpolitik yang sehat, menambah wawasan yang luas dengan belajar keras dan tidak putus asa serta mampu untuk memperbaiki suprastruktur dan infrastruktur di negara kita yang selama ini masih belum baik, misalnya dalam bidang ekonomi, bidang hukum dan bidang pendidikan.
Oleh kerena itu kita hadirin yang berbahagia, marilah di hari kemerdekaan ini kita berikan sumbangsih kita demi kemajuan bangsa dan negara. Kita sebagai generasi muda wajib mengisi kemerdekaan ini dengan belajar dan terus belajar tanpa putus asa untuk meraih suatu cita – cita yang telah diperjuangkan oleh para pejuang bangsa yang telah mendahului kita semua. Percayalah bahwa hanya bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya yang akan menjadi bangsa yang besar.
Dirgahayu Indonesia …dirgahayu bangsaku, semoga tetap jaya. Merdeka !.
